Ajari Aku Memahamimu: Percakapan Praktis Untuk Relawan Pengungsi Rohingya

Ajari Aku Memahamimu: Percakapan Praktis Untuk Relawan Pengungsi Rohingya
  • Version
  • 2 Download
  • 11.84 MB File Size
  • 1 File Count
  • June 24, 2019 Create Date
  • June 24, 2019 Last Updated

Ajari Aku Memahamimu: Percakapan Praktis Untuk Relawan Pengungsi Rohingya

 

Khairul Anwar, School For Refugees (SFR) Dompet Dhuafa

Jakarta: Dompet Dhuafa, 2016

xxi, 122 hal.; 20 x 15 cm

ISBN: 978-602-7807-61-7

 

Mei 2015, Indonesia gempar dengan adanya ribuan orang yang terkatung-katung hidupnya di tengah laut di atas perahu yang sudah tidak layak. Mereka ditemukan oleh nelayan Aceh. Dari penampakan fisiknya, jelas mereka bukan orang Indonesia. Belakangan diketahui mereka adalah orang-orang dari suku etnis Rohingya. Dengan tubuh yang lemah, orang-orang Rohingya berusaha memberikan isyarat bahwa mereka haus, lapar dan butuh pertolongan. Memahami isyarat tersebut nelayan-nelayan Aceh tanpa pikir panjang berusaha menyelamatkan mereka. Memberi minum, memberikan makan, dan membawa mereka ke daratan.

Keterbatasan bahasa sempat menjadi kendala. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan masyarakat Indonesia, khususnya warga Aceh, untuk mengirimkan bantuan. Komunikasi harus tetap dilakukan untuk mengetahui informasi lebih jauh tentang mereka. Apa yang terjadi, kenapa mereka sampai terkatung-katung di tengah laut, dan apa yang mereka butuhkan. Bahasa yang digunakan saat itu tentu bukan berupa kata yang terucap. Bahasa yang digunakan lebih banyak berupa gerak tubuh, isyarat dan simbol-simbol yang umum. Tujuan utamanya adalah agar mereka saling memahami.

Setelah situasi darurat teratasi, sekitar satu bulan keberadaan mereka di Indonesia, perlu ada penanganan yang tidak melulu temporer. Sebagai salah satu lembaga yang berkhidmat dalam bidang kemanusiaan, Dompet Dhuafa menyadari bahwa bantuan yang lebih bersifat jangka panjang harus mulai diberikan. Dari sinilah lahir program School For Refugees. Salah satu tujuannya adalah mengajarkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris kepada para pengungsi Rohingya tersebut. Bahasa adalah alat komunikasi yang harus dikuasai agar mereka mampu bersosialisasi, beradaptasi, dan berkomunikasi dengan warga sekitar juga para relawan kemanusiaan. Selain itu, dengan kemampuan bahasa yang dimiliki, kelak mereka akan mampu menyuarakan apa yang menjadi hak mereka, menyampaikan apa pendapat,mereka, dan melanjutkan kehidupan mereka yang lebih baik.

Melihat pentingnya fungsi bahasa, disusunlah buku Ajari Aku Memahamimu ini. Buku ini berisi percakapan-percakapan dasar dan praktis serta memuat kosakata bahasa Indonesia, Inggris, dan Rohingya. Pemilihan percakapan dan kosakata dalam buku ini sesuai dengan pengalaman penulis sebagai relawan pendidik di School For Refugees. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pengungsi Rohingya, pegiat kemanusiaan, dan masyarakat umum yang akan berinteraksi dengan para pengungsi Rohingya.


File
Ajari Aku Memahamimu - Percakapan Praktis untuk Relawan Pengungsi Rohingya_opt.pdf