Ikhtiar Sehat Bernalar: Karena yakini kekuasaan Tuhan, gigih berjuang demi penyembuhan: Itulah tanda-tanda insan berpikir lagi sarat iman

Ikhtiar Sehat Bernalar: Karena yakini kekuasaan Tuhan, gigih berjuang demi penyembuhan:  Itulah tanda-tanda insan berpikir lagi sarat iman
  • Version
  • 2 Download
  • 2.45 MB File Size
  • 1 File Count
  • June 24, 2019 Create Date
  • June 28, 2019 Last Updated

Ikhtiar Sehat Bernalar: Karena yakini kekuasaan Tuhan, gigih berjuang demi penyembuhan:

Itulah tanda-tanda insan berpikir lagi sarat iman

 

 

Penulis: Indira Abidin, Relawan Pejuang Kanker

Jakarta: Dompet Dhuafa,2015

xii, 126 hal.; 22 x 15 cm

 

 

Ketika divonis menderita kanker, banyak antara pasien yang langsung merasa di ambang pintu kematian. Seolah tidak ada harapan lagi untuk arungi indahnya esok hari, atau manisnya berbagi dalam kehidupan. Yang ada hanya putus asa atas beribu kenangan yang bakal ditinggalkan.

Namun, bagi sebagian orang-sebagaimana kesaksian dalam buku ini-vonis medis bukan akhir segalanya. Masih ada setitik hingga berjuta asa untuk "menghidupkan" nyawa. Memberikan yang terbaik dari sisa umur yang ada, meski tidak tahu hingga kapan masa itu tiba. Bersyukur dan bersyukur, menjadi teman setia berikhtiar dari frustrasi dan putus asa. Dengan ikhtiar yang gigih lewat metode non-medis berlandaskan prinsip ilmiah akademis, diiringi kesungguhan mendekatkan diri pada Sang Mahakuasa, para survivor kanker dalam buku ini membuktikan bahwa sesudah vonis medis harus disikapi dengan optimis. Mulai dari praktisi komunikasi, bankir, pengusaha, tenaga medis, mahasiswa, hingga anak kecil, semuanya hadirkan pelajaran dalam perjuangan memulihkan diri dari kanker.

Dikemas dalam bahasa tutur nan mengalir akrab penuh sapa, kesaksian demi kesaksian para survivor ini ingin memberikan pita ungu: bahwa bukan soal hasil akhir yang terpenting dari sebuah ikhtiar perjuangan, melainkan soal proses. Dari sini, soal sakit, putus asa, takut mati, dan perasaan menyedihkan lainnya pun tidak lagi jadi beban pikiran. Dan yang menakjubkan, di antara mereka bahkan masih hidup kendati sudah melewati umur yang "diramalkan" medis kala didiagnosa.


File
Ikhtiar Sehat Bernalar_opt_2.pdf